blogefariana

Tips Menyapih dengan Cinta : Kisah ku dengan si kecil

Posting Komentar

weaning with love

Memberi ASI penuh selama 2 tahun  untuk si kecil menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya walau pun ini adalah anak ketiga, tetap saja setiap anak punya kenangan yang indah. Dua tahun lama si anak menempel dengan kita hampir diseparuh waktu dihari-hari kita, tiba-tiba ia harus sapih. Ia tidak lagi menempel rapat dengan kita terutama disaat waktu tidurnya. Maka menyapih dengan cinta selalu menjadi pilihan saya. Menyapih tanpa ada paksaan yang berarti. Menyapih tanpa perasaan ‘sakit atau tersakiti’ antara ibu atau anak. Menyapih tanpa membohongi.

Apa yang harus dilakukan?

1. Sounding ke anak

Sounding adalah mengingatkan dan mengatkan terus-meneurs ke anak bahwa ia akan sapih ASI saat usianya dua tahun. Saya sudah melakukan sounding sapih sejak anak ketiga saya, shanum memasuki usia 20 bulan. Saya sudah mulai sering mengatakan bahwa dia nanti akan sapih, bahwa ketika usianya 2 tahun dia sudah tidak nen lagi, bahwa nanti saat ada kue ulang tahun dia sudah mulai berhenti ‘mimik’. Sounding harus dilakukan sesering mungkin pada saat anak minta ASI agar anak ‘mengetahui’ bahwa ia akan sapih di usia dua tahun.

Saat ulang tahun shanum yang ke-2, kami membeli kue untuknya. Dan saat momen-momen itu saya masih terus mengulang ‘‘ adek sekarang sudah dua tahun ya, adek sudah besar. Tidak nen lagi ya….’’. Apakah shanum langsung lepas nen? Tidak pemirsa. Shanum demam pas ulang tahunnya dan saya memutuskan menunda misi menyapih.

2. Siapkan mental diri

Yup, ini adalah kunci keberhasilan sapih. TEGA. Harus benar-benar menguatkan hati bahwa ini adalah waktu menyapih anak. Ketika melihat anak rewel mau tidur minta nen, ketika anak dekat-dekat nempel mau nen, ketika anak tidak nyaman dan hanya bisa ditenangin denan nen disaat itulah emosi dan perasaan iba hati seorang ibu di uji. Tiba-tiba ada aja bisikan ‘‘Kasian, kasi ajalah ASInya biar anak tenang, biar kamu bisa banyak waktu rebahan‘‘. Jika tidak benar-benar kuat hati maka akan mewek dan menyerah lagi.

Kembali ke cerita shanum, pas di hari ulang tahunnya, shanum demam. Saya menunda menyapih shanum hingga demamnya pulih. Sempat maju-mundur untuk menyapih di usia dua tahun pas atau mundur satu bulan lagi. Siapa yang menguatkan? Yup suami. Kerja sama dengan suami membuat proses sapih lebih mudah. Saat shanum menangis dan saya hampir menyerah, suami akan ambil alih untuk mengalihkan perhatian shanum dari ASI. Shanum butuh waktu 2-3 pekan untuk dia benar-benar lupa ASI.

3. Siapkan stok cemilan

Cemilan yang disukai anak cukup efektif untuk mengalihkan saat anak minta ASI. Saya menyiapkan cemilan dari olahan adonan bakso, biskuit hingga buah-buahan. Anak yang proses sapih membutuhkan asupan makanan pengganti ASI  yang lebih banyak dari biasanya.

4. Sapih bertahap

sapih bertahap yaitu membagi waktu sapih menjadi tiga bagian waktu. yaitu pagi menjelang siang, pagi menjelang sore dan malam hari. Yang saya lakukan jika anak menyusui siang dan malam dengan frekuensi sering dan suka-suka anak, maka tahap awal kurangi dahulu menyusui di waktu pagi hingga siang hari. Tahap ini bisa di coba dalam waktu 3 atau 4 hari, saat anak sudah mulai terbiasa, lanjut kurangi dari pagi sampai sore. Di tahap dua ini bisa di coba 2 hari, lalu lanjut mengurangi diwaktu malam hari. Dari ketiga tahap ini, yang cukup lama dijalani ada ditahap tiga yaitu dimalam hari waktu tidur malam. Kebiasaan anak yang tidur malam sambil “ngempeng” butuh kesabaran ekstra untuk menghadapinya saat terbangun menangis di tengah malam karena hanya baru bisa tidur jika sudah nen. Mengganti asi dengan minum susu digelas bisa menjadi alternatif untuk di coba. Tapi terkadang tidak semua anak mau.

Sapih bertahap bisa menghindari dari rasa sakit akibat payudara bengkak karena ASI tidak di keluarkan. Pertama kali menjeda pemberian ASI setengah hari, payudara akan terisi penuh sehingga sebaiknya ditengah hari diberikan ASI  ke anak agar payudara tidak bengkak. proses sapi bertahap membuat nyaman karena Anak tidak terlalu kaget tiba-tiba langsung putus ASI dan ibupun tidak merasakan sakit akibat payudara bengkak.

5. Cari tau posisi nyaman anak saat akan tidur

Cara yang saya coba untuk bisa membuat shanum nyaman saat akan tidur adalah dengan menawarkan tidur diayunan atau tidur dengan mengelus-elus punggungnya. Cara ini ternyata efektif membuat shanum mau tidur tanpa rewel yang berarti. Tantangannya adalah harus siap-siap capek. Wkwkw. Tapi jika sudah menyiapkan hati dan emosi sejak awal, akan lebih mudah menghadapi masa-masa sapih yang melelahkan dan menguras emosi. Dengan mengatakan bahwa ini adalah fase yang harus dijalani dan takkan terulang lagi, maka akan membuat diri bisa menikmati setiap prosesnya.

Dan saat shanum berhasil disapih dengan cinta hingga ia benar-benar tidak lagi minta nen, disaat itu perasaan saya benar-benar campur aduk. Sedih karena tidak ada lagi momen rebahan bareng dalam satu dekapan memandang wajahnya tertidur pulas saat nen, terharu karena mampu melewati momen 2 tahun ASI penuh, bahagia karena bisa menyapih dengan cinta tanpa drama yang berarti menguras energi.

Selamat mencoba menyapih dengan cinta untuk bunda-bunda hebat diluar sana ðŸ˜Š





 

 

 

Related Posts

Posting Komentar